Renang telah lama dikenal sebagai olahraga terbaik untuk kesehatan jantung, namun di PRSI Cimahi, pemahaman ini dibawa ke tingkat yang lebih saintifik melalui studi Bio Mekanika Sirkulasi. Konsep ini mempelajari bagaimana posisi horizontal tubuh dan tekanan hidrostatik air secara bersamaan memengaruhi cara jantung memompa darah ke seluruh jaringan otot. Bagi para atlet di Cimahi, berenang bukan sekadar aktivitas kardio biasa; ini adalah proses optimasi sistem sirkulasi yang dirancang untuk mendukung performa tinggi dengan tingkat efisiensi oksigen yang luar biasa.
Salah satu Efek Kardiovaskular yang paling menonjol saat berenang adalah fenomena venous return atau kembalinya darah ke jantung yang lebih cepat. Dalam posisi horizontal, jantung tidak perlu bekerja melawan gravitasi untuk mengalirkan darah dari kaki kembali ke atrium. Di Cimahi, para pelatih memanfaatkan teori biomekanika ini untuk merancang latihan interval yang dapat memperbesar volume sekuncup jantung (stroke volume). Dengan volume sekuncup yang lebih besar, jantung atlet mampu memompa lebih banyak oksigen dalam satu detakan, yang secara langsung meningkatkan daya tahan aerobik mereka saat menghadapi nomor-nomor jarak jauh seperti 800 meter atau 1500 meter gaya bebas.
Penerapan sains di PRSI Cimahi juga menyoroti bagaimana tekanan air membantu fungsi pembuluh darah perifer. Tekanan hidrostatik bertindak seperti kaus kaki kompresi alami yang membantu mendorong darah dari ekstremitas kembali ke pusat tubuh. Hal ini mengurangi beban kerja jantung secara relatif, meskipun intensitas latihan sedang tinggi. Para atlet di Cimahi diajarkan bahwa dengan teknik pernapasan yang tepat, mereka dapat memanipulasi tekanan intratoraks untuk lebih mengoptimalkan aliran darah ini. Efeknya bukan hanya pada stamina, tetapi juga pada kecepatan pembersihan asam laktat dari otot, sehingga atlet dapat pulih lebih cepat di antara seri latihan yang berat.
Selain itu, studi Renang dalam konteks sirkulasi di Cimahi juga mencakup adaptasi kapiler. Latihan rutin dalam lingkungan akuatik memicu pertumbuhan pembuluh darah kecil atau kapiler baru di sekitar serat otot. Semakin banyak kapiler yang terbentuk, semakin efisien distribusi nutrisi dan oksigen ke otot yang bekerja. Atlet di Cimahi yang mengikuti program ini menunjukkan tingkat kelelahan yang lebih rendah dan kemampuan untuk mempertahankan pace atau kecepatan tetap dalam durasi yang lebih lama. Ini adalah bukti nyata bahwa efisiensi sirkulasi yang didorong oleh mekanika air memberikan keuntungan fisiologis yang permanen bagi para atlet profesional.