Dalam Daftar Suplemen Pemulihan yang direkomendasikan, kolagen tipe I dan III menempati urutan teratas sebagai bahan bangunan utama jaringan ikat. Para ahli medis di Cimahi menjelaskan bahwa konsumsi kolagen yang dibarengi dengan asupan Vitamin C dapat meningkatkan sintesis kolagen alami dalam tubuh. Vitamin C berperan sebagai kofaktor penting yang memungkinkan asam amino berikatan membentuk serat ligamen yang kuat. Bagi perenang yang sedang dalam masa rehabilitasi bahu atau lutut, dukungan nutrisi ini sangat krusial untuk memastikan jaringan baru yang terbentuk memiliki elastisitas dan kekuatan yang setara dengan jaringan aslinya sebelum cedera.
Fokus pada upaya Pemulihan Ligamen juga melibatkan penggunaan asam lemak Omega-3 yang memiliki sifat anti-inflamasi alami. Dalam dosis yang tepat, Omega-3 membantu meredakan peradangan kronis pada sendi tanpa mengganggu proses penyembuhan alami tubuh—berbeda dengan obat anti-nyeri kimiawi yang terkadang justru menghambat regenerasi sel jika dikonsumsi jangka panjang. PRSI menekankan bahwa suplemen bukanlah pengganti makanan utama, melainkan pelengkap yang harus dikonsumsi di bawah pengawasan agar sesuai dengan kebutuhan metabolisme masing-masing atlet yang sedang menempuh masa pemulihan intensif.
Zat lain yang masuk dalam Rekomendasi tim medis adalah Glukosamin dan Kondroitin. Kedua zat ini dikenal luas manfaatnya dalam menjaga kesehatan tulang rawan dan meningkatkan pelumasan pada sendi. Bagi atlet renang, sendi yang terlumasi dengan baik akan meminimalisir gesekan antar-tulang saat melakukan gerakan repetitif yang ekstrem di dalam air. Selain itu, asupan Magnesium dan Seng (Zinc) juga disarankan untuk mendukung pembelahan sel dan fungsi sistem imun yang seringkali menurun saat tubuh sedang berjuang memperbaiki kerusakan jaringan yang parah.
Penerapan standar nutrisi di lingkup PRSI Cimahi ini juga disertai dengan peringatan keras mengenai keamanan zat. Setiap suplemen yang masuk dalam daftar telah melalui verifikasi agar bebas dari zat-zat yang dilarang oleh badan anti-doping dunia (WADA). Keamanan atlet adalah prioritas utama; jangan sampai upaya untuk sembuh justru berujung pada masalah legalitas dalam kompetisi. Melalui edukasi yang rutin, para orang tua dan pelatih diajarkan untuk membaca label produk secara teliti dan hanya memilih merek yang telah tersertifikasi secara resmi oleh otoritas kesehatan dan olahraga.