Bagi para perenang, menjaga kondisi tubuh tetap prima bukan hanya soal kekuatan otot dan kecepatan di dalam air, tetapi juga mengenai perawatan kesehatan organ-organ sensitif yang sering terpapar air secara langsung. Salah satu masalah yang paling sering dialami namun kerap diabaikan adalah gangguan pada saluran pendengaran akibat sisa air yang terjebak di dalam telinga. Menyadari risiko tersebut, PRSI Cimahi memberikan perhatian khusus melalui edukasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan telinga sebagai bagian dari rutinitas harian atlet maupun penghobi renang. Air kolam yang mengandung bahan kimia atau bakteri jika dibiarkan mengendap di dalam telinga dapat memicu iritasi hingga infeksi serius.
Sebagai bagian dari komitmen terhadap gaya hidup sehat, PRSI Cimahi juga aktif memberikan panduan mengenai pemilihan perlengkapan yang mendukung keamanan lingkungan, termasuk pemilihan bahan pakaian renang yang tepat. Namun, fokus utama kali ini adalah pada tutorial aman untuk memastikan saluran pendengaran tetap kering dan bersih setelah sesi latihan berakhir. Menggunakan alat pembersih yang salah, seperti cotton bud yang dimasukkan terlalu dalam, justru berisiko melukai gendang telinga atau mendorong kotoran semakin masuk ke dalam. Oleh karena itu, teknik yang benar sangat diperlukan untuk mencegah komplikasi medis yang bisa menghambat aktivitas olahraga.
Langkah pertama yang disarankan dalam panduan bersihkan telinga ini adalah dengan memiringkan kepala ke satu sisi dan menarik daun telinga sedikit ke belakang untuk memudahkan air keluar secara alami. Teknik sederhana ini jauh lebih aman dibandingkan melakukan gerakan mengguncang kepala secara ekstrem yang justru bisa menyebabkan pusing. Jika air masih terasa terjebak, penggunaan handuk lembut di bagian luar telinga sudah cukup untuk menyerap kelembapan yang tersisa. PRSI Cimahi menekankan bahwa saluran telinga memiliki mekanisme pembersihan mandiri, sehingga campur tangan alat luar yang keras harus sangat dihindari.
Bagi perenang yang memiliki sensitivitas tinggi, penggunaan penyumbat telinga (earplugs) khusus renang sangat disarankan untuk mencegah air masuk sejak awal. Hal ini sangat efektif untuk menghindari kondisi Swimmer’s Ear atau otitis eksterna, yaitu peradangan pada saluran telinga luar yang ditandai dengan rasa gatal, kemerahan, dan nyeri saat daun telinga disentuh. Edukasi ini juga menyasar para orang tua atlet muda agar mereka lebih waspada terhadap keluhan anak-anak setelah pulang dari kolam renang. Penanganan dini dengan berkonsultasi ke dokter spesialis THT jauh lebih baik daripada mencoba mengobati sendiri dengan bahan-bahan yang tidak teruji keamanannya.