Kenyamanan penglihatan di dalam air merupakan salah satu faktor penentu fokus dan performa seorang perenang saat menjalani latihan intensif maupun perlombaan. PRSI Cimahi melalui divisi teknisnya membagikan panduan mendalam mengenai cara pilih kacamata renang anti-fog yang awet dan sesuai dengan anatomi wajah agar tidak bocor saat digunakan. Kacamata yang berkualitas bukan hanya melindungi mata dari iritasi klorin, tetapi juga memastikan navigasi di dalam lintasan tetap akurat tanpa gangguan embun yang seringkali muncul akibat perbedaan suhu. Selain memberikan tips mengenai alat penunjang, PRSI Cimahi juga terus memberikan bimbingan teknis di lapangan, seperti memberikan tutorial teknik kick gaya dada yang efisien agar tenaga atlet tetap terjaga optimal hingga akhir perlombaan.
Dalam memilih kacamata renang, PRSI Cimahi menekankan pentingnya memeriksa kualitas lapisan anti-fog yang biasanya terdapat pada bagian dalam lensa. Banyak perenang salah kaprah dengan menyentuh bagian dalam lensa menggunakan jari, yang justru dapat merusak lapisan kimia anti-embun tersebut. Panduan ini menyarankan atlet untuk memilih kacamata dengan segel silikon yang lembut namun kuat guna memastikan kacamata tetap menempel sempurna saat melakukan loncatan start yang kuat. Pemilihan warna lensa juga harus disesuaikan dengan kondisi kolam; lensa bening untuk kolam indoor yang minim cahaya, dan lensa gelap atau miror untuk penggunaan di kolam outdoor guna mereduksi silau matahari.
Perawatan pasca penggunaan menjadi kunci agar fitur anti-fog tetap berfungsi dalam jangka waktu lama. PRSI Cimahi memberikan tips praktis agar kacamata selalu dibilas dengan air bersih (air tawar) setelah digunakan di kolam berklorin dan dikeringkan cara pilih kacamata alami tanpa terpapar sinar matahari langsung. Menyimpan kacamata dalam wadah khusus (hard case) sangat disarankan untuk menghindari goresan pada lensa yang dapat mengganggu pandangan. Kacamata yang awet bukan hanya menghemat biaya pengeluaran atlet, tetapi juga memastikan kesiapan alat kapan pun jadwal latihan atau kompetisi tiba.
Selain faktor teknis alat, kenyamanan kacamata berkaitan erat dengan pengaturan tali (strap). Tali yang terlalu kencang dapat menyebabkan sakit kepala dan ketegangan pada area mata, sementara tali yang terlalu longgar berisiko membuat kacamata lepas saat berbelok di ujung kolam. PRSI Cimahi menganjurkan para atlet untuk mencoba berbagai jenis kacamata dengan sistem nose bridge yang dapat diganti-ganti ukurannya. Setiap wajah memiliki struktur tulang yang berbeda, sehingga kacamata yang cocok untuk satu perenang belum tentu nyaman digunakan oleh perenang lainnya. Ketelitian dalam memilih alat ini akan berdampak pada rasa percaya diri atlet di atas balok start.