Gaya dada atau breaststroke sering dianggap sebagai salah satu gaya yang paling teknis dan sulit untuk dikuasai secara sempurna karena hambatan air yang dihasilkan sangat besar. PRSI Cimahi melalui departemen kepelatihannya terus berupaya membagikan pengetahuan mendalam mengenai mekanika gerak yang benar guna membantu atlet lokal meningkatkan catatan waktu mereka. Dalam sesi edukasi terbaru, fokus utama diberikan pada bagian paling krusial dari gaya ini, yaitu kekuatan dorongan kaki. Melalui kesehatan telinga renang yang tetap dijaga agar latihan tidak terhambat, tutorial PRSI Cimahi ini membedah bagaimana menciptakan teknik kick gaya dada yang benar-benar memberikan daya dorong maksimal. Memahami sudut bukaan kaki yang efisien untuk kecepatan adalah kunci bagi seorang perenang agar tidak hanya bergerak di tempat, melainkan meluncur deras di setiap repetisi gerakan.
Kesalahan umum yang sering dilakukan oleh perenang pemula dalam gaya dada adalah menarik lutut terlalu jauh ke arah perut, yang justru menciptakan hambatan luar biasa dari arah depan. Tutorial ini menekankan bahwa tarikan kaki harus dilakukan dengan menjaga posisi pinggul tetap tinggi di permukaan air. Kaki ditekuk dengan tumit mendekati bokong, sementara lutut tidak boleh terbuka lebih lebar dari lebar bahu. Posisi ini memastikan bahwa profil tubuh tetap ramping dan meminimalkan tarikan air (drag). Saat melakukan tendangan, perenang harus menyapu air dengan telapak kaki bagian dalam dalam gerakan melingkar yang kuat hingga kedua kaki merapat kembali dengan lurus dan kencang.
PRSI Cimahi juga menyoroti pentingnya fase meluncur atau glide setelah tendangan dilakukan. Banyak atlet yang terlalu terburu-buru melakukan tarikan tangan sebelum tendangan selesai sepenuhnya, yang mengakibatkan hilangnya momentum. Efisiensi dalam gaya dada sangat ditentukan oleh sinkronisasi antara kapan harus menendang dan kapan harus meluncur. Dalam sesi praktik, para perenang diajarkan untuk menghitung jumlah gerakan per lintasan guna mengukur seberapa jauh dorongan yang dihasilkan oleh satu kali tendangan yang benar.
Selain Teknik Kick Gaya Dada, latihan fleksibilitas pada area pergelangan kaki atau ankle juga menjadi bagian penting dari tutorial ini. Tanpa pergelangan kaki yang lentur, seorang perenang tidak akan bisa memutar telapak kakinya ke arah luar dengan maksimal saat akan melakukan tendangan. Oleh karena itu, PRSI Cimahi menyarankan rangkaian latihan peregangan statis dan dinamis sebelum masuk ke kolam. Kekuatan otot paha bagian dalam juga harus dilatih secara khusus di darat melalui gerakan sumo squat atau latihan beban lainnya agar daya ledak tendangan semakin tajam.